Office I: Mansion Park MP1/12, Citraland, Surabaya, Indonesia.
Office II: Mall Mangga Dua Square Lt. UG Blok B 082 (Depan Cafe Selera Nusantara), Jl. Gunung Sahari No. 1, Jakarta, Indonesia.

Home » Blog » Malajah Trubus Membahas Kulit Manggis
Kategori
Produk Terlaris
Download Katalog
Pembayaran
Pengiriman
Statistik Pengunjung
  • 2519Artikel ini:
  • 143671Total Baca:
  • 19Baca Hari ini:
  • 36Baca Kemarin:
  • 526Baca Minggu Lalu:
  • 1181Baca Per Bulan:
  • 66116Total Pengunjung:
  • 2Hari Ini:
  • 20Kemarin:
  • 157Minggu Lalu:
  • 372Per Bulan:
  • 22Per day:
  • 0Sedang online:
Link Website

Malajah Trubus Membahas Kulit Manggis

Tuesday, July 24th 2012. Posted in Blog

Ajaibnya Kulit Manggis

Kulit ManggisKeajaiban Kulit Manggis: French paradoks, merupakan istilah terkenal di kalangan ahli gizi tentang kebiasaannya orang Perancis menkonsumsi red wine. Masyarakat di negara tersebut terkenal sebagai pengkonsumsi lemak lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk negara di Eropa lain. Akan tetapi, hal yang umum, terkena penyakit jantung justru paling rendah. Gejala itu diteliti dengan seksama sampai pada akhirnya muncul kesimpulan yaitu kebiasaan masyarakat Perancis duduk – duduk di cafe dengan minum red wine. Ini menjadi penyebab berkurangnya resiko penyakit jantung, meskipun konsumsi lemak sangat banyak.

Red wine menjadi penyelamat atau solusi karena mengandung polifenol. Polifenol merupakan senyawa atau zat yang banyak terkandung di berbagai macam buah-buahan, seperti blueberry, blackberry, apel, melon, buah pir, serta anggur. Di buah-buahan tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang mempunyai peran melenturkan arteri jantung. Alkohol juga mampu melenturkan arteri, akan tetapi tidak sebanyak kombinasi alkohol dengan polifenol, seperti yang ada pada red wine.

French paradoks itu berlawanan dengan cerita buah manggis Garcinia mangostana. Red wine di Perancis menjadi menu minum sehari-hari sejak zaman dahulu, sehingga peminumnya merasakan dampaknya secara langsung. Sementara buah manggis, di beberapa pusat penanaman, selama berada-abad hingga sekarang, hanya terkenal hanya dengan buah segar. Kulit buahnya hanya terbuang percuma, padahal pada kulit itu mengandung polifenol sebagaimana pada red wine. Buah manggis pun mampu melenturkan arteri jantung.

Akan tetapi, manfaat itu terpendam dan tak berguna selama beratus-ratus tahun. Pada zaman dulu di China, kulit manggis kadang-kadang dimanfaatkan untuk obat diare. Jika difikir itu jelas tidak sebanding dengan khasiat kulit manggis yang luar biasa. Seharusnya, jika di ilustrasikan Petarung tangguh untuk melawan lawan yang tangguh. Cocoknya atau lebih hebat lagi jika Kulit manggis ini digunakan untuk melawan  kanker, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan penyakit-penyakit degeneratif lainnya.

Pengobatan China yang sudah berusia ribuan tahun menjadi contoh atau pelopor penggunakan kulit manggis untuk mencegah penyakit-pebyakit tertentu. Di negara Thailand dan Filipina, kulit manggis umum digunakan untuk mengobati disentri dan infeksi kulit. Di negara Karibia dan Amerika Latin, teh buah manggis dimanfaatkan sebagai pembangkit stamina. Di negara Brazil, dimanfaatkan untuk mengatasi masalah pencernaan. Masyarakat India menggunakan tepung kulit manggis kering untuk mengatasi disentri, luka luar, luka bernanah, dan maag. Di negeri Matahari terbit, Jepang mengenal daun serta batang kulit manggis sebagai untuk herbal berefek antiinflamasi. Sangat sering digunakan untuk mengobati eksem dan penyakit kulit lainnya seperti psoriasis. Di negara Venezuela, kulit manggis digunakan untuk mengobati infeksi kulit akibat parasit.

Laurent Garcin atau penjelajah hutan berkebangsaaan Perancis yang memberi nama Garcinia mangostana pada abad ke-16, sangat mungkin tidak menduga penemuannya ini memiliki manfaat lebih hebat dari pada pengetahuan zaman kuno itu. Semua berawal pada bulan April 1993 saat Munekazu Iinuma mengumpulkan kulit manggis dari berbagai pusat manggis di Indonesia. Kulit manggis itu kemudian dikirim ke Gifu Pharmaceutical University, Jepang.

Di sana, Kenji Matsumoto dan kawan-kawannya, termasuk Munekazu Iinuma, sekitar 2,7kg kulit manggis kering diekstrak dengan heksana, benzena, aseton, dan alkohol 70%. Ekstraksi menghasilkan 6 turunan zat xanthone: a-mangostin, b-mangostin, g-mangostin, mangostinone, garcinone E, dan 2-isoprenyl-1,7-dihydroxy-3-methoxyxanthone.

Kemudian mereka mengambil beberapa sel penyebab leukemia, seperti HL60, K562, NB4, dan U937 dari Riken Cell Bank, Tsukuba, Ibaraki, Jepang. Sel kanker penyebab leukemia itu dikulturkan, selanjutnya senyawa-senyawa xanthone dilarutkan di dalam kultur itu. Hasilnya, sangat terbukti bahwa a-mangostin memicu proses apoptosis sel leukemia.

Bukti Hasil Penelitian Kenji Matsumoto ini menjadi pemicu perhatian ilmuwan dunia khususnya pada manggis. Lima bulan setelah penelitian Kenji Matsumoto, di negara Swiss ada penelitian yang membuktikan bahwa xanthone ampuh mengatasi depresi. Berikutnya penelitian di beberapa negara yang hasilnya saling menguatkan efek xanthone sebagai obat. Di negara Taiwan, pada Mei 1996 dilakukan 2 penelitian yang berbeda. Satu penelitian memberi bukti bahwa khasiat xanthone mengatasi depresi; penelitian lainnya adalah antikanker.

Tiga penelitian selanjutnya dilakukan di Kaohsiung dan Taipei, Taiwan, dan Oregon, Amerika Serikat pada tahun 1996—1997. Hasilnya: penelitian di Kaohsiung membuktikan bahwa senyawa xanthone antithrombotik, penting untuk mengatasi penyakit jantung dan stroke. Xanthone melenturkan pembuluh darah ke arah jantung, jadi ini sangat penting untuk penderita penyakit jantung. penelitian di kota Oregon, xanthone ampuh untuk penyakit malaria. Kemudian, pada tahun 1997—2004, dicatat bahwa minimal ada 24 penelitian tentang xanthone pada kulit manggis dan dilakukan di berbagai negara di penjuru dunia. Hasilnya sangat beragam, antara lain yaitu bermanfaat untuk mengatasi penyakit-penyakit berat seperti diabetes mellitus, arthritis, kanker payudara, dan tuberkulosis.

Kehebatan kulit manggis juga tidak luput dari perhatian peneliti di negara Indonesia. Menurut Dr. Agung Endro Nugroho M.Si. Apt, kulit manggis mengandung sekitar 50 senyawa xanthone. Xanthone ialah bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Molekul biologi aktif ini mempunyai struktur cincin 6 karbon dan kerangka karbon rangkap, sehingga sangat luar biasa stabil. Di alam ada sekitar 200 jenis xanthone, sejumlah 50 diantaranya ditemukan di kulit manggis.

Senyawa yang paling banyak memiliki efek farmakologis adalah alfamangostin, betamangostin, dan garcinon-E. Pemeran utama pembasmi sel kanker ialah alfamangostin dan garcinon-E. Keduanya menghambat proliferasi sel kanker dengan mengaktivasi enzim kaspase 3 dan 9, yang kemudian memicu apoptosis atau program bunuh diri pada sel kanker. Alfamangostin juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh alami yang mempunyai tugas membunuh sel kanker dan virus. Mangostin bersama dengan gammamangostin berperan sebagai antioksidan,yang mampu mencegah aktivitas HIV-1. Kekebalan tubuh meningkat karena antioksidan itu, maka virus penyebab HIV/AIDS pun mampu terhambat perkembangannya.

Xanthone pada kulit manggis mempunyai antioksidan tingkat tinggi. Kandungan antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali kulit jeruk. Sebagai antioksidan, xanthone juga mempunyai gugus hidroksida yang efektif mengikat radikal bebas yang menjadi  penyebab rusaknya sel tubuh. Yang lebih Istimewanya lagi, nilai gugus hidroksida pada xanthone sungguh sangat besar yaitu, 17.000—20.000, Padahal nilai ORAC (oxygen radical ansorbance capacity) sumber antioksidan lain, misalnya anggur, hanya 1.100.

Sungguh sangat beruntung Bagi penderita penyakit jantung, temuan manfaat farmakologis kulit manggis bagaikan seperti munculnya secercah cahaya di kegelapan malam. Sungguh, karena penyakit jantung yang memerlukan biaya relatif mahal jika diselesaikan secara kedokteran modern, ternyata dapat diatasi oleh kulit manggis. Hasil penelitian oleh Dachriyanus dari jurusan Farmasi Universitas Andalas menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis menurunkan kadar kolesterol mencit pada berbagai macam dosis. Penyebabnya adalah alfamangostin meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase untuk menghidrolisis low density lipoprotein menjadi asam lemak dan gliserol. Kadar LDL turun, HDL naik. Selain itu, pembuluh darah pun akan semakin lentur.

Sebagai senyawa atau zat antioksidan tingkat tinggi, xanthone dari kulit manggis meningkatkan daya tahan tubuh, mengontrol serangan penyakit-penyakit degeneratif, seperti: artritis, osteoartristis, aterosklerosis, trombosis, dan hipertensi. Sebagai buah yang sangat mengandung senyawa antialergi, kulit manggis sangat cocok untuk menangkal aneka alergi. Tercatat juga diabetes mellitus, parkinson, alzheimer, migrain, depresi sebagai penyakit yang dapat diselesaikan oleh kulit manggis.

Sumber : Trubus Online, Tentang Kulit Manggis.


XAMthone Plus, Traditional Indonesian Medicine Keyword's :

  • trubus (305)
  • garcia kulit manggis (60)
  • manggis garcia (56)
  • penelitian kulit manggis (39)
  • kulit manggis garcia (19)
  • harga garcia kulit manggis (19)
  • manggisgarcia (15)
  • garcia kulit manggis harga (13)
  • trubus kulit manggis (11)
  • garcia manggis (11)
Rp 80000
Shopping cart:
Jumlah = pcs

Lihat Keranjang
Jumlah Nama Barang Berat (kg) Total
0 0,00 Kg Rp 0,00
keranjang anda kosong
Testimoni
Customer Service
ym1
ym2
Follow Us
Lencana Facebook